Asbabun Nuzul: Al Kafirun

July042013
al kafirun

1.Katakanlah: "Hai orang kafir!
2. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
3. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.

5. Dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
6. Untukmulah agamu, dan untukkulah agamaku.

History Surat Al Kafirun



Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa kaum Quraisy berusaha mempengaruhi Nabi Muhammad Saw, dengan menawarkan harta kekayaan agar beliau menjadi seorang yang paling kaya di kota Mekah, dan akan dikawinkan kepada yang beliau kehendaki.

Usaha ini disampaikan dengan berkata: "Inilah yang kami sediakan untukmu hai Muhammad, dengan syarat agar kamu jangan memaki-maki tuhan kami dan menjelek-jelekkannya, atau sembahlah tuhan kami selama satu tahun". Rasulullah pun menjawab: "Aku akan menunggu wahyu dari Tuhanku". Ayat ini S. 109: 1-6 turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai perintah untuk menolak tawaran kaum kafir Quraisy.

Dan turun pula ayat: "Qul afa ghairallahi ta'murunni 'abudu ayyuhal jahilun" (S: 39: 64) sebagai perintah untuk menolak ajakan orang-orang bodoh yang menyembah berhala.(diriwayatkan oleh at-Thabrani dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas).

Dalam riwayat lain diceritakan bahwa kafir Quraisy berkata kebada Nabi Muhammad saw: "Sekiranya engkau tidak keberatan mengikuti kami (menyembah berhala) selama setahun, kami akan mengikuti agamamu selama setahun pula". Maka turunlah surat Al-Kafirun ayat 1-6. (diriwayatkan oleh Abdurrazaq yang bersumber dari Wahb dan Ibnu Mundzir Yang bersumber dari Juraij).

Dalam kisah lain dikemukakan bahwa al-Walid bin al-Mughiroh, al-'Ashi bin Wail, al-Aswad bin al-Muthalib dan Umayyah bin Khalaf bertemu dengan Rasulullah dan berkata: "Hai Muhammad! Mari kita sama-sama menyembah apa yang kami sembah dan kami akan menyembah apa yang engkau sembah, dan kita bersekutu dalam segala hal dan engkaulah yang memimpin kami". Maka Allah menurunkan surat al-Kafirun tersebut.(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari sa'id bin Mina.

Source: latar belakang turunnya Ayat-ayat Al Qur'an.
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

15 tanggapan untuk "Asbabun Nuzul: Al Kafirun"

Emma Wuddan pada 03:06 PM, 04-Jul-13

bagus nih d'jadikan prinsip, "lakum diinukum wa liyadiin"

dickychandra pada 03:13 PM, 04-Jul-13

Nambah pengetahuan sob.

optimasi seo pada 04:37 PM, 04-Jul-13

hadir buat artikel terbarunya kang,nyimak aja yoo

Ahmad Sakai pada 07:19 PM, 04-Jul-13

Ane haduer sob..makasih bxk ilmu.na biggrin

Koplak Kampung pada 08:22 PM, 04-Jul-13

Terimakasih kawan sdh berbagi Asbabun Nuzul: Al Kafirun semoga kita semua dalam lindungan ALLAH SWT. Ammiin.

igohero pada 08:40 PM, 04-Jul-13

hadir malam zob..
Mampir ya..

Desy pada 08:45 PM, 04-Jul-13

hmt, mksh mas pelajarannya utk kali ini.

Wira Dwi Susanto pada 09:51 PM, 04-Jul-13

Manteb nihh.. Sangat bermanfaat infonya bagi pengunjung dan pembaca.. biggrincheesy-grinmrgreensmile

anugrah pada 12:42 AM, 05-Jul-13

imanya kuat banget
mantap deh

Rafly BWM pada 01:26 AM, 05-Jul-13

arti dr surat al kafirun sprti ini y mas. Bru tahu ni.hehehe

JURNAL pada 06:58 AM, 05-Jul-13

Mantap sobt postingannya, ga bikin mudeng biggrin ,Lanjutkan . Izin mangkir di mari bentar ya. Kunbalknxa juga wink

katiano gamesa pada 08:41 AM, 05-Jul-13

jadi acuan bg kta n sbg landasan untuk ttp kokoh pada satu agama yg haq..

denz kamila pada 09:07 AM, 05-Jul-13

mantap sobat... Ane suka artikelnya, menceritakan ayat qur'an dengan asbabunnujul nya. Maka gak mungkin salah sasaran untuk menghukumi suatu masalah jika dalilnya ayat qur'an. Jmn sekarang banyak yang sok sok pake dalil ayat qur'an padahal yang dia patwakan tidak tepat sasaran. Asbabunnujul itu wajib bagi yang gemar menghukumi dengan ayat qur'an.

Perbankan Syariah 2013 pada 09:20 AM, 05-Jul-13

Kunjungan pagi sob! Keren postingnya... Maaf cuma copas sad cz lagi sibuk banyak bnget yg harus dikunjungi..

Jangan lupa kunbal ya? wink

Adrians CikaL pada 10:40 AM, 05-Jul-13

Maka dari itu jangan sekali-kali kita mau agama kita (Islam) di campuradukkan dengan keimanan & peribadahan kaum kafir.
kita juga harus memikirkan baik-baik bentuk toleransi ...
Karna,
untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

Komentar terbaru dinonaktifkan pada posting ini.

 
Kembali ke Atas